Details

  • Laatst online: 15 uren geleden
  • Geslacht: Man
  • Plaats: Indonesia
  • Contribution Points: 1,786 LV8
  • Verjaardag: March 14
  • Rollen:
  • toetreden op: augustus 11, 2022
My Ride Episode 2
0 people found this review helpful
jun 24, 2023

Bagus dan unik banget sih menurutku ceritanya

Kisah mamang ojek sekarang semakin galau, namun episode kali ini mulai mengakhiri perasaan patah hatinya ; tentu saja, mamang ojek sudah menemukan cinta yang baru, walaupun cinta ini masih seperti bayang-bayang. Episode kali ini membahas mengenai Tawan yang akan menjadi peserta dance di acara yang diadakan oleh rumah sakit tempat dia bekerja, departemennya tidak terlalu terkenal, oleh karena itu temannya bernama Nadia mengajak Tawan dan beberapa teman magang untuk ikut menampilkan sesuatu yang spektakuler, salah satunya "ya itu, pertunjukan dance" yang dilakukan oleh Tawan dan anak magang lainnya ; sebelum masuk ke sana, Tawan harus membeli beberapa perlengkapan untuk memaksimalkan kontesnya itu, lalu dia menemui Mork dan memintanya untuk membantunya mencari barang-barang yang diperlukan. Dari segi dialog dan alur sangat mudah difahami ya, romansa-nya sangat dapet banget ya, dimulai dari hubungan Tawan dan Por yang harumnyaaa banget-banget + bucin parah dan ideal lah pokonyamah, sampai perasaan yang muncul ketika melihat Tawan dan mamang ojek bernama Mork ini ketika bersama, tatapan Mork sangat begitu tajam namun lugu, sangat menggemaskan dan memancarkan aura romantisme yang epic, selain itu senyuman Tawan kepada Mork membuatku meleleh, tertawa sendiri dan Aaa!! memunculkan perasaan bahagia, entah aku bingung harus memasangkan Tawan dengan Mork atau Dengan Por, karena keduanya uwu banget. Episode kali ini punya bentuk cerita yang menurutku berkesan ya terutama ketika Tawan menolong seekor anjing, dan reaksi Mork ketika mengetahui bahwa Tawan adalah seorang dokter, nuansa agak mengganggu adalah ketika salah satu dokter bertanya kepada Tawan tentang Mork (mamang ojek) yang berada di dalam ruang dokter, suster tersebut terlihat agak sinis dan ini membuat Mork agak tidak nyaman berada di sana, dan terlihat rendah diri, hal ini membuatku tidak nyaman juga ya seolah-olah Mork berbeda kelas dengan mereka, walaupun memang Mork berada di kelas yang berbeda dengan Tawan, seharusnya suster tersebut tidak sampai berkata seperti itu dengan mimik wajah yang sedikit "menyindir". Kisah dan karakter Mork juga aku sangat menyukainya, walaupun badannya kecil dan terlihat lebih pendek dari Tawan, namun dia orang yang rajin serta bekerja keras, penyabar dan menyenangkan, wajahnya sangat bercahaya - aku sangat menyukainya. Episode kali ini menurutku bagus ya ; saya ingin segera menonton episode 3 nya besok.

Read More

Was this review helpful to you?
My Ride Episode 1
0 people found this review helpful
jun 22, 2023

Ga bisa sih ini, kwkwkw

Kesan pertama menonton di menit-menit pertama series ini sangat amat kuat yang romansanya, karena tiba-tiba saya dihadapkan dengan scene dua dokter yang seperti saling suka dengan banyak sekali dialog harum di dalamnya. Menceritakan Tawan yang merupakan seorang dokter, dia bertemu dengan kaka tingkatnya di rumah sakit dimana dia bekerja, padahal sudah lama dia dan kaka tingkat tidak saling bertemu. Kaka tingkatnya yang bernama Por ternyata bekerja di rumah sakit dimana Tawan mulai bekerja, dengan latar belakang yang baru ternyata Por sudah single, dan ternyata menyukai Tawan, Tawan sendiri sebenarnya sudah menyukai Por sejak Kuliah kedokteran ; namun sayang saat itu Por tidak single. Cerita berlanjut dari tokoh yang lain yaitu Mork, seorang driver atau nama gaulnya "ojek" dia mempunyai pacar bernama Fern, namun hubungannya dengan Fern bukanlah hubungan berbunga-bunga, hal ini membuat Fern memutuskan untuk putus dengan Mork, suatu waktu ketika Mork sangat sedih sambil menangis, datanglah Tawan yang ingin memesan jasa perjalan Ojeg, chemistrypun mulai terjadi antara Mork dan Tawan. (review film) ; untuk episode kali ini, menurutku dialognya sangat mudah dimengerti ya, alur ceritanya jelas walaupun memiliki alur campuran ; dari segi warna, tidak ada spesial, namun penyajian scenenya menurutku menarik, pemilihan aktornya pun menurutku pas, romansanya sangat harum dan dapet banget. Life meaning dari episode kali ini menurutku kurang ya, oh ya ternyata series ini punya dua support role dengan cerita mereka atau sebutan halusnya dua pasangan "filler", tapi tidak masalah ya, karena cerita merekapun cukup asik. Tapi saya agak bingung dan penasaran akan kelanjutan episodenya, karena ini akan menjadi bentuk cinta segitiga, namun sangat berbeda kelas, bagaikan bumi dan langit jika melihat Mork dan Tawan, namun hal ini mungkin bisa terjadi jika Por punya beberapa kesalahan fatal dan karakter tersembunyi dibalik tampilannya yang baik hati dan menyenangkan. Atau kemungkinan lain adalah takdir yang benar-benar menyatukan mereka, dan simpulan akhir adalah bad ending - namun probabilitas ini sepertinya sangat sulit diperoleh. Overall untuk episode satu ini bagus ya, saya sarankan untuk mengenal karakter dan pemainnya lebih jauh agar dapat menyaksikan series ini dengan optimal. Saya tidak sabar untuk episode 2nya.

Read More

Was this review helpful to you?
jun 20, 2023

Akhir dari masa SMA

Sejujurnya aku bingung sama episode kali ini, entah sedih atau bagaimana jadinya ; semuanya sama porsinya seolah-olah menjadi netral. Di awali dengan membaiknya hubungan Hira Kazunari (hiki) dengan Kiyoi, serta beberapa masalah Kiyoi yang terjadi. Walaupun Kiyoi sempat mendapat masalah dalam kehidupan hirarki tertingginya di sekolah seperti mendapatkan bully-an tetapi itu hanya sebentar dan menurutku sangat tidak masuk, Kiyoi adalah seorang tokoh dengan perwatakan yang kuat sehingga ketika dia terkena bully-an teman-temannya, scene tersebut malah seperti scene "perkelahian". Hubungan Kiyoi dan Hiki semakin membaik dengan tersampaikannya perasaan Hiki kepada Kiyoi, respon Kiyoi seperti tidak menerima atau tidak menolak, namun dia sepertinya memang bisa menerima semuanya dengan netral. Namun yang saya sangat sayangkan adalah, momen Hiki dan Kiyoi di SMA berakhir begitu saja, mungkin adegan ketauan antara Kiyoi dan Hiki harusnya menjadi salah satu scene bagus, namun sayangnya series ini tidak memiliki cerita seperti itu. Dialog dan alurnya sama seperti sebelumnya mudah difahami ya, selain itu entah kenapa aku merasa episode kali ini terasa sangat cepat, apakah scene-scenenya punya bentuk cerita yang ringan ya sehingga tidak menguras banyak energi? review selanjutnya menampilkan Hiki sudah berkuliah, saya akan melanjutkan episode selanjutnya besok.

Read More

Was this review helpful to you?
jun 19, 2023

Mengingatkan masa lalu

Pada awalnya, saya menganggap bahwa series ini hanya sekedar monolog sang tokoh utama yang kehidupannya tidak jelas mau dibawa kemana, namun itu semua hanya ada di episode satu. Episode dua ini mulai menarikku secara pribadi, walaupun monolognya masih ada, namun scene-scene lain yang lebih menarik malah lebih banyak, ini membuat bagian "monolog" menjadi pewangi alami untuk episode kali ini, rasanya seperti saya menghirup aroma bunga yang harum. Scene dan ucapan sang tokoh utama di episode dua ini mengingatkan tentang masa lalu saya, selain itu scene nya sangat nostalgia sekali ; saya ingat ketika awal menyukai seseorang di bangku sekolah menengah atas (SMA) perasaannya hampir sama, ya ; walaupun latar kehidupan sang tokoh dan aku benar-benar berbeda, aku malah seperti bintang, hanya saja aku tidak bisa jujur kepada semua orang, kondisinya saat itu sangat sulit bahkan untuk berkata "aku suka". Dari segi alur dan dialog sangat mudah difahami ya, banyak monolog yang indah menggambarkan perasaan-perasaan yang harum rasanya. Scenenya juga tidak membosankan, selain itu karena kita sudah mengenal para karakter dan latar-nya masing-masing, episode dua ini terasa sangat berbobot, saya suka sekali. Saya akan melanjutkan untuk episode 3 nya, dan bahkan bukan hanya ingin ; tapi saya sudah tidak sabar untuk menontonnya.

Read More

Was this review helpful to you?
jun 18, 2023

Sangat mendrama banget

Entah latar belakang utama apa yang diberikan oleh series ini, namun sepanjang film sangat dipenuhi dengan suara monolog sang tokoh utama, seolah-olah si tokoh memang punya pemikiran yang masih "denial" bimbang akan segala hal. Tapi walaupun begitu saya pribadi cukup enjoy-able walaupun menurut saya series ini tidak punya konflik utama yang krusial. Banyak sekali scene yang sangat dramatis banget malah terlalu ber-drama, seperti ada beberapa bunga ketika Kiyoi masuk kelas, lalu perasaan Hira yang terlalu kaku di kelas; itu semua bagiku terlalu di buat-buat. Dari segi dialog menurutku mudah dimengerti ya, walaupun kebanyakan berisi monolog untuk episode kali ini. Beberapa scene juga agak mengganggu seperti "pembulian" dan pembawaan Hira dalam menjabarkan dirinya sendiri di dalam kehidupannya seperti orang yang putus asa atau pesimis. Saya akan melanjutkan series ini, terlebih karena durasinya yang pendek serta jumlah episodenya yang sedikit, membuat saya semakin penasaran, apa sih yang disajikan dalam series ini sebenarnya.

Read More

Was this review helpful to you?
jun 17, 2023

Tidak esensial

Mohon maaf untuk para fans. tapi review yang satu ini berdasarkan opini pribadi. Series Our Skyy 2 ini jujur saya tidak menonton dari episode 1, saya mengawalinya dari My School President, kemudian berlanjut ke Never Let Me Go, lalu menuju ke Bad Buddy Series, A Tale of Thousand Stars, dan lain-lain ; diantara konsep Our Skyy yang lain, series Star in My Mind ini tidak punya irisan Multiverse dan menurutku ini sangat disayangkan. Selain itu, episode kali ini tidak esensial, dan malah memperburuk keadaan. Tidak esensial di sini adalah episode ini tidak membawa makna apapun baik untuk life meaning maupun seriesnya sendiri, isinya hanya bucin-bucin tambahan yang "uekkk" aku bahkan sebenarnya menonton dengan "skip-skip" untuk adegan Kleun dan Daoneua-nya karena menurutku ini sudah terlalu banyak dan membuatku mabuk. Selain itu, secara pribadi ; untuk bagian yang memperburuk keadaan adalah tentang Typhoon ; dia menjadi semakin memprihatinkan, move-onnya semakin sulit karena dihadapkan dengan keromantisan sang tokoh utama, selain itu ; Daoneua yang membantunya untuk menemukan pasangan menurutku sangat tidak membuat Typhoon bahagia, bahkan Typhoon sendiri tidak menemukan cinta-nya sendiri, dan satu hal yang aku agak kurang sreg adalah mungkinkah seorang Typhoon berpacaran dengan seorang wanita? bukan berarti tidak mungkin tapi ; Hey ?! Typhoon are you Gay ? or Bi ?. Dari segi dialog isinya bucin semua, dari segi warna pun flat seperti series aslinya. Tidak ada yang berkesan untuk Our Skyy 2 yang satu ini, 7 episode series aslinya menurutku sudah cukup dan hampir membuatku kekenyangan, sekarang ada series Our Skyy-nya yang bahkan menurutku tidak perlu ada karena isinya itu-itu aja, bahkan ; masalahnya atau konfliknyapun tidak ada.

Read More

Was this review helpful to you?
jun 14, 2023

Romansa yang baru!

Episode kali ini di awali dengan kejelasan hubungan Pat dan Put, ini bagus sih menurutku karena dari beberapa konten yang saya temukan, para fans sedang gemas dan marah serta sedikit "julid" ketika Pat memiliki hubungan lagi dengan Put - selain itu adegan kissing keduanya memang mengundang kontroversi. Setelah itu scene akan dimulai dengan romansa baru antara Pat dan Jeng, mereka berdua sekarang lebih dekat namun dengan latar belakang bahwa Jeng menyukainya, beberapa scene dibuat sangat lucu, kelucuan ini semakin meningkat ketika scene menampilkan "pikiran" Jeng dan beberapa suara hati Jeng ketika bersama dengan Pat. Hal yang bagus di episode kali ini adalah bentuk "Hold" nya untuk menyatakan perasaan cinta, ini sangat menggambarkan mengenai "step by step" dari series ini. Dan yang paling gokil adalah "ternyata" Pat baru tahu bahwa Jeng adalah seorang Gay - so jadi selama ini Pat tidak bisa menyadarinya? sungguh? kwkwkw kocak banget. Aku sangat ingin menonton episode 9-nya terlebih karena review singkat eps.9 di episode 8 ini memang sangat menarik, walaupun saya terkenal spoiler "setitik" tapi gpplah ya kwkwkw. Main role lain tidak terlalu tersorot di sini, episode kali ini benar-benar terfokus pada Pat dan Jeng, walaupun hubungan Jaab dan Jane memang sedang tidak baik-baik saja bahkan di episode kali ini tidak ada kemajuan apapun untuk hubungan mereka berdua, sedangkan untuk Ae ; dia benar-benar seperti tenggelam di episode yang satu ini.

Read More

Was this review helpful to you?
jun 12, 2023

Penuh romansa tapi konfliknya tidak krusial.

Sejujurnya series our skyy dari series star in my mind ini menurutku pribadi lebih bagus dari serial aslinya. Romansa antara Daoneua dan Khabkluen di sini sangat manis, over manis dan cenderung seperti menampilkan sesuatu hal yang "tidak realistis" menurutku apakah di dunia nyata benar-benar ada yang seperti ini? mungkin ada ya, tapi dimana saya menemukannya hahaha, sepertinya saya kurang cukup berpengalaman. Selain itu episode kali ini tidak punya konflik yang krusial, ini seperti tambahan episode yang tidak punya maksud apa-apa, jadi seperti episode tambahan yang dibuat dalam rangka hiburan dan tidak berpengaruh pada cerita aslinya. Selain itu, dari series our skyy yang lain, series yang satu ini tidak dipengaruhi oleh metaverse lain, sebagai contoh My School President dengan Reverse, Never Let Me Go dengan perjalanan waktunya ke masa lalu, Bad Buddy CrossTime dengan A Tale of Thousand Star, dan lain sebagainya. Series Our Skyy 2 untuk Star in my mind tidak mengalami perubahan metaverse, benar-benar orisinil dan organik. Hal yang agak kurang begitu aku suka adalah ketika Typhoon ternyata di sukai oleh Min, itu seperti terjadi begitu saja ; selain itu ketertarikan Typhoon terhadap Daoneua apakah tidak menggambarkan dia sebenarnya menyukai laki-laki? sebenarnya tidak ada yang salah sih dari itu, namun aku sebagai salah satu penggemar karakter Typhoon di series ini agak kurang bisa menerima itu. Saya akan melanjutkan seriesnya besok. Penasaran akan apa yang terjadi selanjutnya.

Read More

Was this review helpful to you?
jun 10, 2023

Jumpa di drama curhatku episode 3

Hey, pasti udh pada nunggu ya aku curhat lagi di review episode kali ini, episode kali cukup sedikit ya yang bisa saya kutip, ya cuma dua sih. Tapi gpp ...-• Let's Start:Pertama, Pisaeng berkata kepada Kawi: "Saya pernah mengecewakan teman saya, dan saya tidak menebusnya".‣ Scene ini terjadi karena kawi berusaha menjauhkan diri dari Pisaeng, dia (Kawi) bahkan tidak mengerjakan kuis yang ditugaskan bersama-sama dan malah mengerjakan sendiri, padahal Kawi saat itu satu tim dengan Pisaeng ; Pisaeng pergi meninggalkan ruangan, kemudian Kawi mengejarnya.‣ Scene ini sebenarnya sangat mengingatkan aku dengan masa laluku, dan aku pasti melakukan hal yang sama jika aku dapat mengulang masa lalu, aku mengecewakan seseorang teman kelasku, aku bahkan benar-benar kehilangan dia sekarang ; walaupun sebenarnya dia ada, namun aku merasa seperti dia sudah meninggal - aku tidak bisa bahkan untuk menanyakan kabar atau segala sesuatu tentangnya, ini benar-benar sudah berakhir. Sejujurnya jika aku mengulang masa laluku, aku ingin sekali mengubah segalanya, aku benar-benar harus bersama dia dikala dia susah, senang; namun kenyataannya aku malah sering sekali mengabaikannya ; hal ini terjadi karena aku terpaku pada "nilai" dan menghilangkan semua masalah orang lain agar aku bisa fokus pada masalah aku sendiri, sekarang aku malah berfikir "masalahku" sebenarnya tidak terlalu krusial, aku lebih baik menunda masalahku dan membantu orang lain terutama temanku yang satu ini, sejujurnya aku menyukainya ; tapi aku selalu menghindari perasaan itu. Sangat kasian sekali diriku, jika aku melihatnya hari ini, aku melihat diriku benar-benar sangat bersedih dan kelelahan di masa lalu, aku ingin sekali menolongnya. Saat ini aku merasakan bahwa semua masalah yang aku hadapi dan terselesaikan bahkan tidak membawa kebahagiaan apapun padaku, ya begitulah, intinya sebenarnya dulu aku salah memilih.-• Lanjut:Kedua, Pisaeng berkata kepada Kawi: "Sejujurnya kamu ga perlu berpura-pura jadi orang lain, mereka akan menyukaimu ketika kamu jadi diri sendiri".‣ Scene ini terjadi karena Kawi masih kelaparan setelah makan bersama Pearmai, lalu dia (Kawi) makan bersama Pisaeng, di sini Kawi makan banyak sekali seperti seekor babi yang kelaparan, ketika Pisaeng berkata mengapa kamu lapar, Kawi mengatakan bahwa tidak mungkin dia makan banyak ketika bersama wanita (Pearmai), lalu dialog ini muncul.‣ Satu hal yang mengingatkan aku tentang ucapan Pisaeng ini adalah, ketika aku kuliah dulu aku tidak pernah jadi diri sendiri, aku selalu berusaha terlihat "seperti" bukan diriku, entah dihadapan dosen, maupun teman kelasku. Aku berusaha menghindari karakterku yang sesungguhnya, hal ini terjadi karena jika aku dekat dengan mereka karena mereka menganggapku "asik" maka aku akan kesulitan dalam memenuhi apa yang aku capai, seperti nilai dan mendapatkan banyak masalah, dulu aku selalu berfikir jika aku dekat dengan teman-temanku maka masalahku akan meningkat dan kuliahku akan hancur, kenyataannya adalah tidak seperti ini, saat ini di masa saat ini, jika aku ingin kembali ke masa lalu, aku ingin sekali menjadi diriku seutuhnya, aku sangat suka berteman, aku sangat suka mengobrol, aku sangat suka menjalin relasi, aku tidak peduli dengan masalah kuliahku karena aku yakin aku bisa menyelesaikannya, bahkan walaupun aku nambah waktu kuliah sampe bersemester-semester aku tidak peduli karena aku percaya akhirnya "kuliah" aku akan selesai. Aku ingin sekali jadi diriku sendiri di masa itu, andai aku punya kesempatan seperti Kawi, aku ingin sekali melakukan banyak hal dan banyak sekali perbaikan yang harus aku lakukan.-Episode kali ini memang agak banyak mengulang episode sebelumnya dengan penambahan beberapa detail cerita, namun tidak masalah sih, karena cerita utamanya tetap berjalan dengan baik. Alurnya sangat mudah difahami, dialognya luar biasa have a great meaning, dari segi warna menurutku tidak lagi spesial ya karena saya sudah terbiasa dengan komposisi warnanya, selain itu ; sekarang ceritanya semakin kompleks, konflik semakin jelas dan jalan cerita utamanya sudah jelas mau di bawa kemana, aku mungkin menjadikan series ini menjadi series terbaikku untuk tahun ini.‣ Aku seorang alumni kampus Universitas Pendidikan Indonesia, jurusan fisika tahun 2016 ; sedang menuliskan beberapa curhatan kecil, yang mungkin bisa sedikit mengobati rasa sedihku karena dulu aku tidak menjalani semua kenangan itu dengan "sebenar-benarnya jadi diri sendiri", hey, menyembunyikan jati diri dan bersikap palsu itu melelahkan. Satu hal dariku untuk episode kali ini "sesuatu hal yang dilakukan dengan kepalsuan, akan menghasilkan sesuatu hal yang palsu juga". Jadi, Jadilah diri sendiri ; bukan kamu yang harus menjadi apa yang orang lain mau, tapi kamu harus jadi diri sendiri dan kamu akan terkejut bahwa banyak yang akan menerimamu. PPkrist here,

Read More

Was this review helpful to you?
jun 5, 2023

Mohon maaf tapi orientasi yang membosankan.

Series ini menceritakan tentang dua main role utama, yaitu Phob dan Nut. Oke lah awalnya saya benar-benar sulit membedakan mereka berdua terutama dari segi visual untuk mencari tahu sebenarnya siapa sih orang yang sedang menangis di detik-detik pertama episode ini, dan ternyata itu adalah Phob, orang yang lebih tinggi badannya dari Nut. Dari segi dialog, mudah difahami ya tapi kekurangan makna, menurutku pribadi ya ; episode kali ini tidak punya latar belakang cerita yang jelas, semua cenderung lebih banyak dengan filler sehingga menyebabkan rasa bosan ketika menontonnya. Jujur, selama 40 menit saya menonton ini tanpa skip saya tidak menemukan dimana konfliknya, atau "seperti" apa sih yang cerita ini akan bawakan? , latar belakang tokoh juga tidak terlalu berkesan, chemistry keduanya belum terlihat, hanya Nut saja yang terlihat punya romansa dan chemistry kepada Phob, tapi Phob sendiri seperti bermain peran sendiri, menjadi dirinya sendiri, di dunianya sendiri - Apalagi ketika dia mengatakan bahwa dia ingin mengesankan seorang gadis, bahkan Nut sendiri "ceritanya" bersedih - tapi karena chemistry mereka memang belum terbentuk maka scene ini seperti scene biasa saja. Warna yang ada di series ini sampai saat ini menurutku berwarna sepia dengan intensitas yang rendah sehingga cenderung memiliki warna dengan saturasi yang rendah, serta dengan effect warna sweet. Overall saya masih belum bisa berkomentar banyak, namun menurutku emang episode satu ini secara overall bagi saya cukup membosankan.

Read More

Was this review helpful to you?
jun 4, 2023

Kecewa sih

Walaupun ternyata happy ending, namun saya tidak mendapatkan reaksi Lee Heon ketika pertama kali ke masa depan (masa-nya Jung Eun Ho). Scene memperlihatkan "dua tahun" setelah itu ; bahkan latar belakang Jung Eun Ho di dunia nyata tidak jelas, apakah dia menjadi warga negara atau bagaimana, apalagi tentang Gu Geum yang tidak jelas bagaimana kehidupannya ; di masa lalu tidak jelas apakah dia mati atau tidak, lalu bagaimana caranya dia ke masa depan. Ibu-ibu yang mengatakan pada Gu Geum dia akan bertemu dengan Jung Eun Ho di masa depan seolah-olah mengisyaratkan bahwa Gu Geum akan bertemu dengan Lee Heon dan Jung Eun Ho lewat reikarnasi ; namun scene Gu Geum di akhir episode menunjukan ekspresi tersenyum seolah-olah sudah mengenal Jung Eun Ho dan Lee Heon sejak lama, ini agak rancu dan membingungkan, secara cerita memang sudah berakhir dengan bagus : namun secara detail menurutku ini sangat kurang.

Read More

Was this review helpful to you?
jun 4, 2023

Filler? or ...

Baru di episode kali ini, warga desa muncul. Namun sama sekali tidak ada interaksi Heon dengan mereka. Scene seperti biasanya menampilkan hanya Lee Heon, Jung Eun Ho, dan Go Geum. Agak membosankan sih menurutku, ya begitu-begitu saja, namun hal yang menarik di sini adalah Go Geum meminta Jung Eun Ho untuk membawanya ke masa depan, namun episode kali ini tidak sebegitu detail apakah hal ini akan berhasil atau tidak. Dari segi dialog mungkin mudah difahami ya, namun saya merasa alurnya masih berada di tempat. Selain itu bagi saya, saya merasa episode kali ini lebih singkat daripada episode-episode lainnya.
Was this review helpful to you?
jun 3, 2023

Ceritanya berisi hal yang ingin saya lakukan. sangat berkesan

Sama seperti review episode satu, saya di sini akan curhat sebagai awal review episode dua ini, hahaha. Salah satu scene yang aku suka di episode kali ini berupa sebuah dialog antara Kawi dan Pisaeng, kurang lebih seperti ini: ‣• 1. Scene dimana kawi menyelamatkan gadis yang sedang mengalami kekerasan yang dilakukan pacarnya. • - Pisaeng berkata "mengapa kamu ikut campur dengan mereka padahal kamu sendiri bahkan tidak bisa berkelahi" • - kawi menjawab "jika kamu tidak melakukannya, kamu akan menyesal seumur hidup". • Scene ini benar-benar memukul aku banget, selama kuliah banyak sekali orang yang kesusahan dan aku tidak memperdulikan mereka, aku terlalu fokus pada akademisi ku bahkan terus memikirkan diri sendiri, aku berfikir bahwa jika nilai aku bagus aku akan membuat orang lain bahagia terutama keluarga dan diriku sendiri, aku bukannya tidak mau menolong ; hanya saja jika aku melakukannya, aku akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh nilai akademik yang bagus, secara kemampuanku tidak bagus dan aku tidak berbakat ; perlu belajar semalaman fokus dan tidak memikirkan orang lain yang hanya bisa membuatku bisa mengerjakan semua soal di atas kertas, namun lihat sekarang ini : semua nilai-nilai itu bahkan tidak berguna, selain aku bersedih karena apa yang aku dapatkan ini tidak membuatku bahagia, aku bahkan kehilangan teman dan kesempatan. Scene ini jelas punya life meaning yang sangat kuat terutama untuk diriku sendiri. ‣• 2. Scene dimana Pisaeng bertanya pada kawi • - Pisaeng : kamu sebenarnya orang gila, kenapa kamu tidak menunjukan sisi ini di kampus? dengan begitu tidak ada yang ragu untuk mendekati kamu. • -Kawi : siapa yang akan mendekatiku, aku tidak sepertimu yang punya ketampanan dan segala hal yang hebat • -Pisaeng : satu yang benar, dan sisanya kamu hanya mengada-ada • -Kawi : kita sama-sama punya waktu 24 jam, tapi latar belakang hidup dan alasan kita tidak akan sama ; kamu ga akan mengerti • -Pisaeng : mungkin saya tidak mengerti tentang perasaan kamu, tapi kamu ga sendiri • -Kawi : orang sepertimu, tidak mungkin tidak dikelilingi orang-orang, kamu tidak akan merasakan kesepian • -Pisaeng : ... melihat kawi ternyata sudah tertidur di lapangan. • Dari dialog tersebut saya benar-benar merasakan sesuatu, dialog tentang "kenapa kamu tidak menunjukan sisi gila mu di kampus, kamu akan mendapatkan banyak teman". Itu seperti memukulku yang terus menggunakan kepribadian palsu selama berkuliah, aku selalu meng-cap diriku seorang introvert (padahal sebenarnya aku tidak seperti itu) : tidak mau berbincang dengan siapapun dan bahkan hanya membicarakan hal penting saja membuat orang lain bahkan tidak mau mendekati aku, sudah jelas apa yang aku lakukan adalah untuk fokus belajar di malam hari, menyimpan energi yang aku simpan di siang hari untuk aku gunakan di malam hari. Tapi, setelah ini ; nilai yang aku dapat tidak memberikan kebahagiaan padaku, selain aku kehilangan kebahagiaan aku juga kehilangan kesempatan untuk berteman dan melakukan banyak sekali hal gila seperti nongkrong, berkumpul bersama teman-teman, atau seperti melakukan hal lain yang menyenangkan. Aku sangat menyesali cerita hidupku yang sesungguhnya itu, aku benar-benar ingin kembali ke masa lalu seperti Kawi dan membetulkan semuanya. ‣• Dialog "siapa yang mendekatiku, kamu punya segalanya : orang pasti mendekatimu Pisaeng ; kita sama sama punya waktu 24 jam tetapi latar belakang hidup kita berbeda", bermakna aku sangat iri dengan orang-orang pintar di kelas, sebagai mahasiswa fisika yang lulus dari jalur lotre SNMPTN, aku sama sekali tidak berbakat dalam fisika, berbeda dengan beberapa temanku, hanya dengan beberapa menit saja mereka akan faham, sedangkan aku harus bekerja keras untuk itu. Aku iri pada mereka yang hanya belajar sedikit namun hasilnya maksimal, mereka bisa melakukan hal lain seperti bermain, nongkrong, mengikuti banyak kegiatan kampus, dan lain sebagainya tetapi tetap tidak menganggu nilai kuliah mereka : sekarang fikir jika aku melakukan itu? aku hanya dapat memilih apakah aku ingin mendapatkan nilai bagus dengan belajar keras dan mengorbankan segalanya, atau belajar sedikit dan melakukan hal gila dengan teman-teman. Merujuk tentang apa yang aku rasakan sekarang ; pilihan mengenai nilai tidak membuatku bahagia, jika aku boleh memilih, aku lebih ingin melakukan hal gila, persetan dengan nilai. Aku lebih memilih waktuku bersama teman-temanku, tidak peduli aku dia dan mereka yang berbakat atau siapa yang punya nilai yang bagus, yang aku butuhkan adalah aku ingin berteman dan bahagia. ‣• Ada satu dialog tambahan yang mengatakan bahwa • Pisaeng: Mereka yang tidak mau berteman, atau kamu yg tidak mau berteman ? kamu hanya menghilang setelah kelas usai, yang lain melakukan banyak kegiatan bersama. Ini bermakna bahwa aku dulu seperti itu, setelah kelas aku menghilang, tidak hanya setelah kelas, aku pun menghilang ketika sedang rapat, mengobrol, sedang nongkrong atau event lain. Aku melakukan itu untuk belajar dan mempersiapkan energi untuk berjuang di malam hari untuk mendapat nilai terbaik, tapi lihat sekarang ini? aku bahkan tidak bahagia dengan nilai-nilai itu ; aku lebih memilih untuk tidak menghilang di masa lalu. Aku ingin rapat aku ingin nongkrong dan berteman dengan banyak orang. Asli aku sangat menyesali apa yang aku lakukan. ‣• Kawi mengatakan kamu tidak akan mengerti itu sebenarnya merefers kepada teman-temanku. Mereka sekarang tidak akan mengerti mengapa aku semenyebalkan itu dulu, aku bahkan belajar giat dan terkadang lupa dengan teman-temanku. Tidak asik sehingga tidak ada yang mendekatiku, andai mereka tau bahwa dulu yang aku kejar adalah nilai karena aku berfikir hanya nilai saja yang akan membuatku bahagia, hanya dengan nilai saja keluargaku bahagia. Kenyataannya salah besar, setelah aku dapat semua nilai itu, aku sama sekali tidak bahagia, aku bahkan kehilangan teman dan membuatku bersedih selama bertahun-tahun. menyebalkan rasanya, aku ingin kembali ke masa lalu dan memperbaiki semuanya. Andai teman-temanku tau bahwa aku tidak se membosankan apa yang mereka fikir, andai latar dan bentuk hidupku serta tujuanku saat kuliah itu tidak hanya tentang nilai ; aku tidak akan berakhir di sini, di bentuk aku yang bersedih. Sejujurnya bahkan orang tua dan keluargaku tidak menuntutku untuk mendapat nilai yang bagus • - benar kata Pisaeng: "kamu hanya memandang orang lain dan kemauan dunia ini hanya dengan sudut pandangmu sendiri" ; ya betul aku berfikir bahwa duniaku menginginkan nilai agar aku bahagia, kenyataanya tidak seperti itu, aku melupakan dan tidak mendengarkan keinginan hatiku, dan terus menerus mendengarkan dunia palsu yang membuatku mengejar angka. Saat ini aku tidak mau jadi diriku yang dulu, aku benar-benar ingin jadi diri sendiri dan melakukan apa yang aku mau. Jika aku punya kesempatan, aku ingin sekali kembali ke masa lalu dan memperbaikinya.‣• Aku, seorang alumni jurusan fisika universitas pendidikan indonesia 2016-2020 ; hanya sekedar curhat mengenai film ini yang bener-bener berisi apa yang ingin sekali aku lakukan.‣• Mengenai review film, mungkin dari aku alurnya sangat mudah dimengerti ya walaupun punya alur campuran. Warna tetap menggunakan "sweet filter" ya nostalgia tahun 2013 banget pas boomingnya apps camera 360. Dialognya mudah difahami dengan life meaning yang luar biasa bagus banget. Saya benar-benar tidak tau harus review apa karena sejujurnya sudah dipenuhi dengan curhatan saya. Saya sangat menantikan episode 3 ; nantikan curhatan saya di episode 3 yaaa

Read More

Was this review helpful to you?

Lebih ke bad buddy daripada A tale of thousand star-nya ; to be honest great sih!

Episode kali ini sudah memasuki cerita a tale of thousand star, walaupun masih dalam rana main story bad buddy. Menurutku ini sangat bagus ya, ceritanya sangat unik dan sangat menarik. Kapan lagi kita dapat melihat Nanon ; Ohm dan Tian ; Earth dalam satu scene cerita yang sama - ini sangat jarang terjadi. Chemistry yang dihasilkan dari bad buddies sangat natural dan chemistrynya masih sama, tidak ada yang berubah - masih sama-sama menggemaskan, lucu, dan ngakak. Sedangkan Chemistry untuk Tian dan Phu juga masih natural dan sangat orisinil seperti series orisinilnya A Tale of Thousand Star, Mix dan Earth sangat piawai memerankan peran mereka sebagai Tian dan Phu. Cerita kali ini sangat menarik ya ; alurnya juga mudah difahami. The main conflict di sini berawal dari masalah rumah tangga Tian dan Phu ; masalah ini menggemaskan yang menyebabkan chain reaction ke masalah Prat dan Pran, ini menjadi sangat berhubungan dan related. Latar belakang kisah keduanya sangat luar biasa berhubungan, ini seperti punya universe yang sama bahkan untuk seluruh series our skyy ini adalah yang paling beririsan. Overall untuk episode dan latar ceritanya sangat spektakuler dan bagus banget ya. Sangat menghibur banget juga, tidak sabar untuk menonton episode dua-nya.

Read More

Was this review helpful to you?
jun 2, 2023

Hey, Percis!

Our Skyy kali ini mempunyai romansa yang sama dengan series aslinya "Bad Buddy", anda tahu sudah berapa lama series itu tamat? ya sangat lama, tapi episode kali ini benar-benar punya romansa yang "identik" percis seperti seri orisinilnya, keren!. Sempat beredar beberapa video yang memperlihatkan kehilangan chemistry Nanon dan Ohm di beberapa platform social media sebelum series ini rilis, mereka benar-benar kehilangan cemistry ; TAPI HEY! itu adalah sebuah TRAP, kenyataannya tidak seperti itu, itu malah membuat series our skyy 2 ini menjadi sangat viral - dan kenyataannya adalah chemistry Ohm dan Nannon di Our Skyy 2 ini tidak ada yang berubah : Lucu, gemas, dan sangat menghibur. Dari segi alur dan dialog mudah dimengerti ya, saya sangat suka episode kali ini karena kocak banget, mengundang banyak tawa dan keseruan serta nostalgia banget. Dari segi warna, masih flat aja ya ga ada yang spesial, series ini benar-benar sangat kuat dari cerita dan karakter, mereka semua punya "main key" yang membuat "bad buddy series" memang punya penggemarnya sendiri dan membuatnya unik dan menarik. Selain itu, hal mengejutkan terjadi saat "ternyata" series Our Skyy 2 "Bad Buddy" ini disatukan atau crossover dengan series "A Tale of Thousand Star" membuatnya out of the box and very luar biasa banget. Jujur sih ya saya tidak mempermasalahkan jumlah episode, beberapa mungkin protes kenapa hanya ada 1 episode ; bagiku mau satu atau dua episode, yang terpenting adalah "cemistry" dan "ceritanya". bukan kuantitas, tapi kualitas. Our skyy yang satu ini punya kualitas yang luar biasa bagus menurutku. Anda benar-benar harus menonton episode ini.

Read More

Was this review helpful to you?